Google Squared




Persaingan antar search engine kini semakin ketat, baru-baru ini microsoft meluncurkan search engine baru dengan nama Bing yang diprediksikan mampu menyaingi Google.
Sadar akan timbul ancaman dari pesaing barunya tersebut, maka Google segera memulai inovasi dengan meluncurkan Google Squared..... http://www.google.com/squared

Walaupun search engine tersebut masih dalam tahap perkembangan, namun Google sudah memberikan pernyataan akan menghadirkan "new taste" (rasa baru) dalam pencarian di dunia maya dengan produk terbarunya.

Lalu apa yang membedakan Google biasa dengan Google squared?. Perbedaan signifikan adalah pada saat kita melakukan pencarian, biasanya google akan memberikan link ke berbagai macam situs yang sesuai dengan keyword yang kita cari.

Google sadar bahwa pencarian seperti ini semakin kurang efektif dan bisa tergeser oleh mesin pencarian (search engine) pendatang baru.
Google squared tidak lagi menghadirkan daftar link ke berbagai situs sebagai hasil pencariannya namun menghadirkan informasi hasil pencarian yang berasal dari pertanyaan dalam spreadsheet yang dinamai 'square'.

Dalam hal mekanisme pencarian, Google Squared tidak menemukan halaman web mengenai topik apa yang kita cari.
Squared akan otomatis mengambil dan mengorganisir seluruh informasi dan fakta seluruh link internet.
Hal tersebut sangat berguna apabila kita sedang melakukan pencarian yang sangat banyak dan menginginkan ketepatan dalam hasil pencarian.

Selamat mencoba dan nikmati hal-hal yang baru.


Dahlan Iskan

Usul untuk Memfokuskan Kinerja Menko-Menko

Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat

SIAPA pun menterinya, keluhan terbesar selama lima tahun terakhir ini se¬benarnya adalah: bagaimana para men¬teri itu bisa menggerakkan eselon I (Dirjen) dan eselon II (direktur) di se¬tiap kementeriannya. Menterinya bo¬leh baru, tapi birokrasinya barang la-ma. Lengkap dengan berbagai peraturan yang menghambat. Termasuk, per¬aturan untuk mengganti para pembuat konsep peraturan itu.

Sehebat apa pun seorang menteri, dia langsung terkerangkeng oleh bawa¬hannya. Apalagi, sang bawahan sudah be¬gitu ahli menggunakan kerangkeng¬nya itu selama berpuluh tahun. Apalagi, sang menteri sendiri tidak bisa be¬gitu saja mengganti mereka. Ada pro¬sedur yang sulit, lambat, berbelit, dan lama untuk membuat seorang men¬teri bisa memilih Dirjen dan direktur yang kecepatan serta kecerdasannya se¬suai dengan yang dia inginkan.

Wewenang menteri untuk mengganti atau memindah bawahannya tersebut sangatlah kecil. Ada aturan kepangkatan, ada aturan golongan, ada aturan kepegawaian, ada aturan jabatan, dan ada mekanisme yang sangat rumit di dalamnya. Inilah yang membuat menteri yang ingin cepat berkarya pun harus menyerah pada awal jabatan lalu menikmatinya begitu saja.

Lambannya jalannya birokrasi di bawah menteri itu juga bukan salah mereka. Para Dirjen sudah sangat sibuk mewakili menteri ikut rapat koordinasi antardepartemen. Praktis, negara ini sebenarnya digerakkan oleh para direktur di bawah Dirjen. Bukan oleh para menteri.

Menteri bisa minta ''ba'' atau ''bu''. Tapi, sangat sering permintaan itu tidak bisa dipenuhi hanya karena munculnya catatan dari seorang direktur bahwa keinginan menteri tersebut tidak mungkin dijalankan karena tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Para direktur sangat ahli membuat catatan panjang yang mengakibatkan sebuah keinginan menteri tidak akan bisa dilaksanakan.

Yang diperlukan pemerintah sekarang ini sebenarnya bukan menteri penertiban aparatur negara. Tapi, pengaturan kembali aparatur negara. Koordinasi kementerian sungguh persoalan yang sangat rumit. Apalagi kalau yang dikoordinasikan, seperti yang terjadi selama ini, terlalu luas. Kesibukan Dirjen dan direktur di tingkat koordinasi ini luar biasa besarnya. Seolah-olah, pekerjaan terbesarnya adalah melakukan koordinasi itu sendiri dan bukan melayani rakyat.


Kalaupun akhirnya mereka bisa digan¬ti (biasanya baru terjadi sudah pada tahun kedua masa jabatan para menetri itu), belum jaminan untuk lebih ce¬pat berjalan. Jerat peraturan begitu he¬batnya. Sedangkan pikiran untuk meng¬ubah peraturan itu begitu lambatnya.

Karena itu, penyederhanaan penge¬lompokan menteri koordinator sebaiknya dilakukan. Jumlah koordinatornya memang bertambah dua, tapi persoalan yang dikoordinasikan menjadi lebih fokus. Dengan demikian, rapat koordinasinya tidak terlalu melebar. Waktu yang digunakan juga lebih singkat.

Tegasnya, saya usul ada kelompok baru di luar tiga kelompok yang sudah ada (polhukam, ekuin, dan kesra). Bukankah beberapa departemen sebenarnya memang kurang pas masuk ke salah satu di antara tiga kelopok itu? Saya usul ada kelompok ''infrastruktur dan produksi pangan'' serta ada kelompok ''pelayanan umum''.

Dengan demikian, kelompok 1 (ekuin) hanya akan terdiri atas keuangan, perdagangan, industri, pertambangan, penanaman modal, dan BUMN. Kelompok 2 (infrastruktur dan produksi pangan) terdiri atas pekerjaan umum, pertanian, perikanan, kehutanan, koperasi/UKM, bulog, ris¬tek, dan LH.

Kelompok 3 (pelayanan umum) adalah perhubungan, telekomunikasi, pendidikan, kesehatan, PAN, perumahan, serta agraria. Kelompok 4 (sosial) adalah agama, wanita, perumahan, pemuda/olahraga, tenaga kerja, sosial, dan daerah tertinggal. Sedangkan kelompok 5 (polhukam) adalah hankam, Mendagri, Menlu, hukum, jaksa agung, dan Polri.

Tentu tidak harus menambah Menko. Bisa saja salah seorang menteri yang paling kapabel di kelompok itu ditugaskan sebagai ketua kelompoknya. Dengan demikian, kesibukan para Dirjen dan direktur dalam berkoordinasi bisa dikurangi hanya untuk koordinasi di bidang yang memang sangat dekat dengan bidangnya. Dengan demikian, bisa menjadi lebih fokus.

Inilah salah satu kunci kalau jalannya birokrasi harus dibuat lebih cepat dan lebih lincah. Sri Mulyani rasanya bisa merangkap jadi ketua kelompok 1. Hatta Rajasa dengan demikian tidak perlu ikut mengurusi makroekonomi yang memang bukan kompetensinya. Hatta akan sangat bagus meng¬oordinasikan kelompok pelayanan umum. Apalagi, dia pernah menjadi menteri perhubungan yang sukses. Beban Agung Laksono yang tidak populer itu dengan demikian juga berkurang tinggal hanya mengoordinasikan kelompok sosial.

Kelompok infrastruktur dan produksi pangan akan sangat pas kalau diketuai Kuntoro Mangkusubroto. Atau, kalau Kuntoro diperlukan di bidang lain, Fadel Muhamad sangat punya kemampuan untuk menjadi ketua kelompok ini. Daerah tandus pun sudah dia ubah menjadi produsen jagung. Dia tahu cara-caranya.

Benar sekali. Persoalan dasarnya bukan siapa yang jadi menteri. Tapi, bagaimana cara bisa mengoordinasikan dengan efektif dan bisa mengge¬rakkan birokrasi di bawah menteri itu. Ini pun kalau kita sepakat bahwa kita ingin maju dengan cepat. (*)

Komodo




Populasi Komodo Tinggal 2.400 Ekor
MANGGARAI BARAT - Di antara kita mungkin agak lupa dengan nama Pulau Komodo yang terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tapi, siapa sangka, pulau yang di dalamnya terdapat Taman Nasional yang dihuni hewan langka komodo itu menjadi salah satu nomine dalam New 7 Wonders of Nature (tujuh keajaiban baru alam).

Taman Nasional Komodo (TNK) mencakup beberapa pulau di Selat Sape yang secara administratif berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Manggar), NTT. Sesuai namanya, di dalam Taman Nasional itu masih hidup komodo.

Komodo adalah binatang yang bentuknya sekilas mirip buaya. Dia hidup sezaman dengan dinosaurus. Keberhasilan komodo survive (bertahan hidup) sampai zaman modern inilah yang menjadikannya masuk dalam nominasi tujuh keajaiban baru alam.

Disebut ajaib karena sementara binatang sezamannya -dinosaurus- sudah punah, komodo masih mampu bertahan hidup.

TNK meliputi Pulau Rinca, Padar, dan Komodo. Ketiga pulau itu berada di antara sekitar 60 pulau yang tersebar di Selat Sape. Selat itu sendiri menjadi batas alam antara Provinsi NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dari hasil pendataan terakhir, populasi binatang yang oleh masyarakat lokal disebut buaya darat itu sekitar 2.400 ekor. Buaya darat dalam arti sebenarnya, yaitu buaya yang hidup di darat. Bukan makna kias (konotasi) untuk menggambarkan lelaki yang suka main perempuan.

Separo dari populasi komodo hidup di Pulau Komodo. Separo lainnya berada di Pulau Rinca. Di Padar tidak lagi ditemukan binatang itu. ''Mungkin mereka bermigrasi ke Pulau Komodo atau Rinca,'' begitu jawaban setiap ranger ketika ditanya soal itu.

Ranger adalah sebutan pendamping pengunjung yang ingin melihat komodo dari dekat. Mereka adalah polisi hutan atau pemandu dari Putri Naga Komodo (PNK), yang ditunjuk untuk mengelola TNK sebagai objek wisata. Dari ketiga pulau tersebut, Padar memang paling kecil dan posisinya diapit Pulau Komodo dengan Rinca.

Bagaimana sebenarnya kehidupan komodo di pulau tersebut? Apakah cukup terawat atau bernasib sebaliknya? Bagaimana pula masyarakat di sana hidup bersama hewan yang tergolong buas itu? Ikuti liputan yang lebih lengkap wartawan Jawa Pos tentang Pulau Komodo di edisi selanjutnya. (ruk/met/kum)



Population Living Komodo 2400 Ekor
West Manggarai - In between we may be quite sure with the name of Komodo Island, located in the western most tip of East Nusa Tenggara (NTT). But, who suspected, the island in which there is a National Park which is inhabited animals become rare Komodo is one of the nomine in the New 7 Wonders of Nature (new seven wonders of nature).

Komodo National Park (TNK) includes several islands in the Sape is administratively located in the District of Komodo, Manggarai Regency West (Manggar), NTT. Appropriate name, in the National Park of Komodo dragons are still alive.

Komodo is a glimpse of the animal-like crocodile. He lived with the dinosaurs sezaman. Success of the Komodo survive (survive) until the modern era that makes this entry in the nominations of seven new wonders of nature.

Called because of the wonderful animals sezamannya-already-extinct dinosaurs, Komodo dragons are still able to survive.

TNK include Pulau Rinca, Padar, and Komodo. The three islands were among the approximately 60 islands scattered in the Sape. Itself to be the natural boundary between NTT and West Nusa Tenggara (NTB).

From the results of the latest data, the population of animals by the local people called the hood is about 2400 head. Hood in the actual sense, the crocodiles that live on land. Not kias meaning (connotation) to describe the men who love to play women.

Half of the population living on the island of Komodo Komodo. Other half is in the island of Rinca. Padar in animals no longer found it. ''Perhaps they migrated to the island of Komodo or Rinca,''so every ranger answer when asked that question.

Ranger is a visitor assistants who want to see the Komodo's close. They are the police or the forest of Putri Naga Komodo (PNK), which was appointed to manage TNK as tourism object. From the third island, Padar, and indeed most small position diapit with Komodo Rinca Island.

How do Komodo fact of life in the island? Whether enough terawat bernasib or vice versa? How well people live together there are wild animals that is? Follow a more complete coverage of journalist Jawa Pos on Komodo Island in the edition tomorrow. (ruk / met / KUM)








Jembatan Suramadu

[ Kamis, 11 Juni 2009 ]
Jembatan Suramadu Diresmikan SBY
SURABAYA - Berapa tarif yang dikenakan kepada para penyeberang di Suramadu kemarin terjawab. Pengendara roda empat dikenai Rp 30 ribu dan motor Rp 3.000. Kepastian soal tarif itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto saat membacakan laporan teknis pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia itu di acara peresmian kemarin.

Bagaimana jenis kendaraan berat, seperti truk, tronton, dan bus? Djoko seusai acara peresmian kepada wartawan mengatakan, itu akan dibahas lebih lanjut selama masa uji coba 3-5 hari ke depan. "Tarif tol Suramadu berlaku setelah masa uji kelaikan jembatan," tambah Djoko.

Tarif itu, lanjut dia, sesuai usul Pemprov Jatim yang angkanya lebih rendah daripada tarif penyeberangan feri Ujung-Kamal (lihat grafis). Penghitungan itu didapat dari 40-60 persen tarif feri. Djoko berharap pemberlakuan tarif Suramadu yang akan dikelola BUMN PT Jasa Marga itu menjadi solusi untuk mengurangi overload distribusi barang dan jasa di Ujung-Kamal. "Semoga tarif ini dapat membantu meningkatkan pengembangan potensi perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Lantas, kapan Jembatan Suramadu boleh dilewati? Kepala Balai Pembangunan Jalan Besar V A.G. Ismail menyebut sekitar tiga hari lagi. Waktu tiga hari itu, kata Ismail, untuk memberi kesempatan pembongkaran panggung di sisi Madura untuk acara peresmian kemarin. "Sebelum dilewati, kita lebih dulu memasang sistem monitor. Ini baru bisa dilakukan setelah peresmian," kata Ismail.

Jembatan sepanjang 5,4 kilometer dan menelan anggaran hingga Rp 5 triliun itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia datang bersama ibu negara Ny Ani Yudhoyono dan anak keduanya, Edy Baskoro Yudhoyono. Sejumlah menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu ikut menyertai. Di antara mereka adalah Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, serta Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh.

Selain itu, hadir Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzeta.

Di deretan tamu penting terlihat Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D. Juga tampak perwakilan negara sahabat, seperti Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue dan Konsul Jenderal di Surabaya dari Jepang, Jerman, dan Malaysia.

Perwakilan partai politik juga hadir. Di antaranya Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang juga wakil ketua DPR RI, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali yang juga Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, serta wakil Golkar Fahmi Idris yang juga Menteri Perindustrian.

Para mantan presiden sebenarnya diundang oleh panitia. Tapi, tak satu pun yang datang. "Kami mengundang semua, termasuk mantan presiden. Mulai B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri," kata Sekdaprov Jatim Rasiyo kemarin.

Dari Jatim hadir Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf. Dua mantan gubernur Jatim tampak di antara undangan tamu penting. Mereka adalah Imam Utomo dan HM. Noer, tokoh Madura yang ikut berjasa di balik pembangunan Suramadu. Wali Kota Surabaya Bambang D.H. dan wakilnya Arif Afandi, serta semua bupati di Madura, salah satunya Bupati Bangkalan Fuad Amin, juga hadir.

Ketika menyampaikan sambutan, SBY menyinggung soal tarif yang dikenakan di Suramadu. Menurut dia, tarif tol Suramadu yang sudah ditentukan tidak terlalu mahal. Dia juga meminta Pemerintah Provinsi Jatim memberikan perhatian tersendiri bagi pengusaha angkutan feri.

''Khusus kepada angkutan ka¬pal, saya minta Saudara Guber¬nur mem¬¬berikan perhatian kepada mereka yang lebih dulu menggerakkan perekonomian Madura melalui lalu lintas penyeberangan,'' ujar SBY.

SBY yang mulai berpidato se¬ki¬tar pukul 10.30 juga berjanji akan le¬bih memperhatikan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang belum dituntaskan. "Pemerin¬tah pu¬¬¬sat telah menganggarkan dana perbaikan infrastruktur dalam APBN 2009 sebesar Rp 86,71 triliun,'' je¬las SBY. Infrastruktur yang dimak¬sud adalah sarana transportasi, pemeliharaan jalan, dan jembatan.

Macet di Suramadu

Rupanya, banyak warga yang ingin pergi ke lokasi Suramadu. Mulai pukul 07.00, mereka berbondong-bondong menuju ke jembatan tersebut, baik para pengendara mobil maupun motor.

Tapi, mereka tak bisa masuk ke Suramadu karena di pintu tol dicegat petugas. Itu terlihat di sisi Surabaya. Ratusan pe¬ngendara mobil yang semula akan menjajal masuk ke Suramadu dihalau balik oleh petugas. Sebab, jalur mobil di Suramadu seharian kemarin memang ditutup, kecuali para tamu undangan yang menghadiri peresmian. Itu pun hanya satu lajur. Maka, kemacetan pun tak terhindarkan, mulai Tambak Wedi hingga Tanah Kali Kedinding yang menuju ke arah Suramadu.

Selesai acara peresmian sekitar pukul 12.00, warga yang mengendarai mobil tetap ngotot masuk Suramadu. Tapi, mereka tak diperbolehkan masuk. Polisi yang bertugas sampai menulis kalimat: 3 Hari s/d 5 Hari Lagi. Maksudnya, akses ke Suramadu baru dibuka 3-5 hari lagi. Tulisan itu dikelilingkan ke pengendara mobil dan motor yang sejak pagi mengantre akan lewat ke Suramadu.

Jika pengendara mobil bisa di¬halau, lain halnya dengan para pengendara motor. Para pengendara motor, baik di sisi Madura maupun Surabaya, berhasil menerobos masuk ke lajur motor di timur jembatan. (sep/luq/nra/mat/kum/jpnn) Dikutip dari Jawa Pos.

























Banjir antara Surabaya dengan Sidoarjo

Antara Surabaya dan Sidoarjo
Beda lokasi beda pula penanganannya

[ Selasa, 26 Mei 2009 ] – Jawa Pos
Hujan Lebat, Banyu Urip Tenggelam
SURABAYA - Pembangunan box culvert Jalan Banyu Urip menuai masalah lagi. Ketika hujan mengguyur sebagian wilayah Surabaya kemarin (25/5), proyek senilai Rp 35 miliar itu menyebabkan banjir. Akibat cuaca tak menentu itu, debit air meningkat sehingga sebagian rumah warga tergenang. Jalan Banyu Urip pun seolah-olah menjadi sungai.
Berdasar pantauan Jawa Pos, luberan itu terjadi karena kontraktor selama ini menahan arus sungai untuk mengecor dan memasang beton (box culvert). Kontraktor menahan air dengan menggunakan tanah bekas galian.

Luberan sungai, antara lain, terjadi di Jalan Banyu Urip Kidul II. Selain dari bibir sungai, air keluar dari saluran pembuangan di lokasi tersebut. Beberapa pekerja tampak sibuk membendung derasnya luberan air dengan karung pasir (sandbag).

Melubernya air sungai kemarin membuat warga yang berada di pinggir jalan Banyu Urip geram. Mereka resah karena air sungai masuk ke dalam rumah. Salah seorang warga, Agung Subekti, mengatakan bahwa luberan itu bukan yang pertama. Dia juga mengeluh karena pembangunan proyek box culvert membuat aktivitas sehari-hari mereka terganggu. "Mosok ben udan mesti banyu kali amber," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Rudy Jaya Ibnu Gopur, kontraktor, mengungkapkan, selama ini aliran air sungai memang dialirkan ke beberapa saluran pembuangan di seberang jalan. Itu mengurangi debit air sungai yang dibendung. ''Saya telah mengecek ke lokasi,'' tuturnya.

Dia mengatakan kesulitan mengalirkan arus air. Sebab, Kali Banyu Urip tidak punya banyak cabang. ''Kami membesarkan saluran pembuangan. Tapi, ada kendala. Di situ banyak utility," ujar Gopur. Utility yang dimaksud Gopur, antara lain, kabel telepon dan pipa gas. "Barusan saya instruksi rekan-rekan untuk menjebol bendungan bila memang debit air masih tinggi," tuturnya. Tapi, jika bendungan dijebol, dikhawatirkan proyek terhambat. Sebab, untuk memasang box culvert, sungai harus ''kering'' terlebih dahulu.

Menurut Gopur, ada beberapa tahap pembangunan box culvert itu. Pertama, dasar sungai harus dikeruk. Selanjutnya, dasar sungai disterilkan dari aliran air lalu dicor. Tahap terakhir adalah pemasangan balok beton. ''Nah, kalau bagian yang sudah kami sterilkan kena aliran air lagi, kami kan mengulangi kerjaan. Kemungkinan itu yang akan memperlama pengerjaan,'' jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono mengakui bahwa banjir itu, salah satunya, disebabkan pengerjaan box culvert. ''Secara teknis, seharusnya tidak terjadi banjir karena kami mengerjakan box culvert pada musim kemarau. Namun, musim hujan bergeser. Kita lihat sendiri. Sampai sekarang intensitas hujan masih tinggi," tuturnya.
Saat ini pemkot telah meminta PT Rudi Jaya segera membenahi teknis pembangunan box culvert. ''Jangan sampai jika terjadi hujan, banjir lagi," ujarnya.

Sri Mul, panggilan akrabnya, juga meminta maaf kepada masyarakat Kupang Krajan. ''Tujuan kami membangun adalah menyamankan mereka jika box culvert sudah jadi. Bukan seperti ini. Kami mohon maaf," katanya.
Hujan karena Fenomena Pergerakan Angin
Hujan yang masih terjadi di Surabaya disebabkan fenomena pergerakan angin. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, seharusnya minggu kedua Mei ini sudah masuk musim kemarau.

Namun, fenomena angin pusaran dan aktivitas angin tekanan rendah di laut Jawa menimbulkan awan hujan. Itu ditambah tekanan angin rendah di Laut China Selatan. Kedua fenomena itu memengaruhi cuaca di daerah sekitarnya. "Pengaruhnya ya masih terjadinya curah hujan yang tinggi di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Surabaya," ujar Joko Sulistyo, prakirawan BMKG Juanda.

Awan potensi hujan yang ada di langit Surabaya adalah cumolo (Cu), cumolonimbus (Cb), dan strato cumolo (St). "Ketiga awan hujan itu saat ini ada di langit Surabaya," papar Joko.

Suhu permukaan laut, menurut dia, juga memengaruhi pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut di sekitar Surabaya saat ini masih tergolong hangat. "Itu juga yang menyebabkan potensi hujan," jelasnya.

Joko memperkirakan fenomena tersebut berakhir awal bulan depan. "Karena ini masih termasuk permulaan kemarau, sisa-sisa hujan itu masih sering terjadi. Mungkin baru benar-benar kemarau mulai awal bulan depan," katanya. (nur/gun/uri/dos)

BANDINGKAN DENGAN KEJADIAN DI PEMUKIMAN SAYA
Kalau di Surabaya ada daerah yang kebanjiran sudah pasti akan diliput oleh media masa, sedangkan kalau di Sidoarjo minim sekali pemberitaannya, apalagi daerah rumah saya yang sudah keluar dari ring kota Sidoarjonya, karena rumah saya letaknya di kecamatan Taman Desa Bringinbendo.
Justru akhir2 ini volume banjir lebih sering terjadi walaupun sudah ada pintu air dan pompanya, dibandingkan pada saat sebelum adanya pintu air dan pompa, nah persoalannya ada dimana?
Aneh keliatannya tetapi nyata adanya, bulan April 2009 dan Mei 2009 banjir terus, satu hari turun hujan deras dan bisa dipastikan kalau besoknya hujan lagi air akan meluap dari kali didekat rumah saya. (budi leksono yang lokasi perumahannya sering kebanjiran).


Banjir didaerah Banyu Urip Surabaya 25 Mei 2009

Banjir diperumahan saya pada bulan Maret 2009.



Concept Car

Futuristic concept products—especially gadgets—always inspire the same thought: in about ten years, this is going to seem ridiculous. Jalopnik takes a look back at the technological dreams of the car industry, circa 1999.

dBC Online